Pages

Senin, 27 Juli 2015

Wonder Women




                                            Oleh: Sururiyah*
Perempuan yang identik dengan kecantikan, keindahan, kelembutan serta keanggunanya. Setiap perempuan tentunya mempunyai cita-cita yang luhur dan memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa, yang dapat bersaing dengan kaum pria. Namun sering sekali jiwa-jiwa tersebut tidak dapat terealisasi bahkan cita-cita kandas ditengah perjalanan.
Populasi di dunia yang mayoritas adalah kaum perempuan tidak dapat membentengi dan tidak dapat berkuasa di populasinya sendiri. Karena kesibukan individualisme para wanita yang tak pernah lepas dari keseharianya. Mahasiswi yang sekarang  bisanya 4D, datang, duduk, diam dan dandan. Tidak lagi dapat dikatakan Generation of Change, tapi tercetak sebagai Generation of Cengeng.
Hadirnya PMII bagi mahasiswi memberikan wadah untuk berproses, berekspesi dan berkreasi dalam segala bidang. Kang Lebrena dalam konteks individual, komunitas, serta organisatoris, kiprah PMII harus senantiasa mencerminkan pergerakanya menuju kondisi yang lebih baik sebagai perwujudan tanggung jawabnya memberi rahmat pada lingkunganya. Dalam hubungan organisasi mahasiswa harus sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan potensi kemanusiaan agar geraknya selalu berada dalam kualitas kekhalifahan.
Disinilah perempuan bebas untuk menentukan cita-citanya selama  mau berproses bersama-sama. Yang paling urgen dari perempuan itu sendiri adalah persoalan internal individualnya, karena belum bisa menanggung resiko demi memegang teguh apa yang menjadi prinsip yang diyakini kebenaranya.  Yang ada cita-cita hanya sebatas angan-angan yang tidak dapat dicapainya. Seharusnya perempuan tahu akan potensinya sendiri dan harus tahu bagaimana bertidak demi mendapatkan hak-hak yang telah dihidangkan, dan megambil keputusan yang bijaksana selagi ada kesempatan untuk mengubah paradigma yang salah tehadap perempuan. Mari sahabati-sahabati kita berjuang bersama dan berproses bersama di sebuah organisasi PMII. Sebagai perempuan jangan hanya bisa 3M, macak, masak, dan melahirkan, akan tetapi harus dilengkapi intelektual dan kestabilan emosional. Karena perempuanlah yang akan mencetak generasi pemimpin bangsa.

 *Penulis adalah pengurus PC PMII Purworejo

0 komentar:

Posting Komentar